Pengontrak rumah di Surabaya, Titik (46), mengaku keluarganya menjadi sasaran hujatan setelah video mediasi bersama Wakil Wali Kota Surabaya viral di media sosial. Ia menyebut anaknya yang masih bersekolah menjadi korban perundung*n, sementara anaknya yang telah bekerja juga menerima cibiran dari lingkungan sekitar.
Titik mengaku kini bersedia mengosongkan rumah tersebut, namun berharap diberi waktu lebih dari satu bulan karena kesulitan mencari tempat tinggal baru setelah kasusnya menjadi sorotan publik. Ia juga meminta agar video sidak yang viral dihapus setelah persoalan ini selesai.
Di sisi lain, pemilik rumah menjelaskan bahwa rumah tersebut telah dibeli sejak 2014 dan sertifikat kepemilikan telah terbit atas namanya sejak 2018. Melalui proses mediasi, kedua belah pihak sepakat bahwa pengontrak akan mengosongkan rumah dalam waktu satu bulan dengan menerima kompensasi sebesar Rp5 juta.
#DOKUMENTASI FOTO ATAU VIDEO 👇👇
Setiap dokumentasi yang diperlihatkan hanya untuk tujuan Informasi, edukasi, dan keselamatan publik.
Note: klik link nya yang di atas ini untuk melihat dokumentasi foto & video selengkapnya. Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.
Yang mau traktir: https://saweria.co/tazkifkrl
Join juga channel telegram mimin: TELEGRAM

0 Komentar